Jumat, 09 Oktober 2015

# SIP Syarat dan etika dalam melakukan publikasi online

#System Informasi Psikologi

Sebelum kita membahas tentang syarat dan etika dalam melakukan publikasi online ada baiknya kita mengetahui tentang publikasi online. Publikasi online adalah suatu kegiatan membuat konten yang diperuntukkan atau ditujukan untuk publik dan umum. Pada zaman modern seperti saat ini publikasi online sangatlah diperlukan terutama pada pengguna internet, sehingga pengguna internet dalam mendapatkan informasi dengan mudah. Walaupun menggunakan internet adalah bebas tanpa aturan, tetapi pada saat melakukan publikasi online harus tetap melihat syarat dan etika, diantaranya : 
1.    Mencantumkan Sumber
Seringkali kita mendapatkan informasi dari berbagai media online lain pada saat ingin menulis dalam mempublikasikan informasi. Secara hukum, mengutip beberapa kata memang tidak akan melanggar hukum, dan dalam UU HAKI masih termasuk kategori yang disebut 'Fair Use'.  Akan tetapi, secara etika dan moral, jika ingin mengutip  cantumkan sumber yang kita kutip. Misalnya : nama penulis, alamat web atau blog di mana kita mengutipnya.
2.    Meminta Izin
Meski mengutip beberapa kata atau kalimat masih masuk dalam kategori 'Fair Use' sesuai dengan UU HAKI, akan tetapi tidak menutup kemungkinan pemilik aslinya akan merasa keberatan dan akan menimbulkan masaah di kemudian hari. Meminta ijin dari pemilik tulisan/foto/gambar akan lebih baik dan lebih beretika mengingat kita sendiri pun belum tentu akan suka jika karya kita dicopy atau dipakai orang lain tanpa seizin kita.
3.    Bebas Tetapi Tidak Melanggar Hak Orang Lain
Jangan karena beranggapan situs ini adalah situs pribadi kita, maka kita bebas menulis dan memposting apa saja tanpa batas (tulisan, foto, gambar, atau lagu) dan melanggar hak orang lain. Perlu kita tanamkan dalam pikiran dan hati kita, bahwa pengunjung blog bisa siapa saja dan datang dari mana saja.
ada beberapa hal yang bisa kita lakukan agar tidak melanggar hak orang lain, diantaranya:
1.      Menghargai dan menjunjung tinggi perlindungan Hak Kekayaan Intelektual dengan menghindari plagiarisme, pembajakan, dan selalu mencantumkan sumber setiap kali mengutip karya orang lain. 
2.      Tidak mendiskreditkan pihak lain dan selalu berkomitmen untuk menulis secara proporsional.
3.      Tidak menampilkan tulisan atau gambar yang mengandung unsur pornografi.
4.      Selalu berbagi pengetahuan dan kebaikan melalui blog masing-masing.
5.      Tidak berprasangka dan hanya menulis berdasarkan fakta yang diyakini bisa dibuktikan serta tetap dengan menjunjung tinggi etika kesopanan dalam menulis.
6.      Tidak melakukan spamming melalui kolom komentar.
7.      Tetap menjaga kesopanan dan rasa saling menghormati dalam memberikan komentar pada blog yang dikunjungi.
8.      Tidak melakukan hack pada website atau blog lain.
9.      Tidak menampilkan tulisan atau gambar yang mengandung unsur SARA.
10.   Menggunakan bahasa yang baik dalam menulis.
11.  Tetap menjunjung tinggi kebebasan berekspresi dalam menulis tetapi tidak melanggar hak-hak orang lain.
12.  Bersedia meralat informasi yang telah ditulis dalam blog jika di kemudian hari terdapat kesalahan dalam memuat tulisan di blog.*
                                                                            








Sumber            :     




# SIP Informasi dan system informasi psikologi

#Sistem Informasi Psikologi


1.       Definisi

Menurut Kenneth informasi adalah data yang sudah dibentuk ke dalam sebuah formulir yang bermanfaat dan dapat digunakan manusia. Menurut Gordon, informasi adalah data yang telah diproses atau diolah ke dalam bentuk yang sangat berarti  untuk penerimanya dan merupakan nilai yang sesungguhnya atau dipahami dalam tindakan atau keputusan sekarang atau nanti.
Dari pendapat tokoh di atas dapat disimpulkan bahwa informasi adalah data yang telah dibentuk dan diolah yang bermanfaat dan dipahami dalam tindakan atau keputusan sekarang atau nanti.
      Sistem adalah sekumpulan unsur atau elemen yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi dalam melakukan kegiatan bersama untuk mencapai suatu tujuan.
Menurut Gaol (2008) sistem adalah hubungan satu unit dengan unit lainnya yang saling berhubungan satu sama lain dan tidak dapat dipisahkan yang menjadi satu kesatuan dalam rangka mencapai tujuan yang ditetapkan.
      Jadi system adalah unit-unit yang saling berkaitan  dan tidak dapat dipisahkan untuk mencapai suatu tujuan.
      Menurut Wundt (dalam Basuki, 2008) psikologi merupakan ilmu tentang kesadaran manusia.Menurut Dakir (1993), psikologi membahas tingkah laku manusia dalam hubungannya dengan lingkungan.Menurut Muhibbin (2001), psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku  terbuka (perilaku yang bersifat psikomotor : berbicara, duduk, dll) maupun tertutup (berpikir, berkeyakinan, dll) pada manusia baik sebagai  individu atau kelompok.
      Dari pendapat tokoh di atas dapat disimpulkan bahwa psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari kesadaran serta tingkah laku manusia. Tingkah laku yang dimaksud bisa merupakan tingkah laku terbuka maupun tingkah laku tertutup.
      Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa system informasi psikologi adalah unit-unit yang saling berhubungan untuk mempelajari tingkah laku manusia, baik secara individu maupun kelompok serta tingkah laku tertutup maupun tingkah laku terbuka.
2.       Komponen-komponen
Komponen sistem informasi :
a.    Komonen input yaitu metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukkan.
b.   Komponen model yaitu kombinasi prosedur, logika, dan model matematika yang akan memanipulasi data input.
c.    Komponen output yaitu keluaran yang merupakan informasi  dan dokumentasi.
d.   Komponen teknologi  digunakan untuk menerima input, menjalankan model , menyimpan, serta mengakses data yang dihasilkan.
e.   Komponen hardware berfungsi sebagai tempat menampung database.
f.     Komponen software berfungsi untuk mengolah, menghitung, dan manipulasi data yang diambil dari hardware.
g.    Komponen basis data yaitukumpulan data yang saling berkaitan dan saling berhubungan, tersimpan di perangkat keras komputer dan menggunakan software untuk manipulasi.
h.   Komponen kontrol pengendalian yang dirancang  dapat mencegah hal-hal  yang dapat merusak sistem.
3.       Fungsi
a.   Mengembangkan proses perencanaan yang efektif.
b.   Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan akan keterampilan pendukung sistem informasi.




Referensi :
Basuki, Heru. (2008). Psikologi Umum. Jakarta: Universitas Gunadarma.
http://www. Elearning.gunadarma.ac.id/index.php?option=com wrapper&itemind=36
books.google.co.id/books?id=VFFQD2eHGYYC&pg=PA8&dq=informasi+adalah&hl=id&sa=X&ei=Hh5IUsXNFYvPr

# SIP Arsitektur computer dan struktur kognisi manusia

#Sistem Informasi Psikologi

1.   Definisi
a.    Arsitektur komputer
Dalam bidang teknik komputer, arsitektur komputer adalah konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer. Dalam hal ini, implementasi perencanaan dari masing– masing bagian akan lebih difokuskan terutama, mengenai bagaimana CPU akan bekerja, dan mengenai cara pengaksesan data dan alamat dari dan ke memori cache, RAM, ROM, cakram keras, dll). Beberapa contoh dari arsitektur komputer ini adalah arsitektur von Neumann, CISC, RISC, blue Gene, dll. Arsitektur komputer juga dapat didefinisikan sebagai ilmu dan sekaligus seni mengenai cara interkoneksi komponen-komponen perangkat keras untuk dapat menciptakan sebuah komputer yang memenuhi kebutuhan fungsional, kinerja, dan target biayanya.
b.   Struktur kognisi manusia
Struktur kognisi manusia merupakan pengetahuan faktual yang diperoleh dari lingkungan dan terbentuk dari lingkungan di mana lingkungan itu sendiri berperan sebagai stimulus yang selalu berubah-ubah sehingga struktur kognitif manusia akan terus berkembang.
Menurut Piaget (1896) struktur kognitif merupakan mental framework yang dibangun seseorang dengan mengambil informasi dari lingkungan dan menginterpretasikannya, mereorganisasikannya serta mentransformasikannya. Menurut Miller (dalam Basuki, 2008) terdapat kesamaan antara beroperasinya komputer dengan human mind.
2.   Komponen-komponen arsitektur komputer dan struktur kognisi manusia
Komponen-komponen arsitektur komputer dibagi menjadi 4, yaitu:
1.      Input
Input adalah perangkat keras komputer yang berfungsi sebagai alat untuk memasukan data atau perintah ke dalam komputer yang berupa signal input atau maintance input. Di dalam komputer signal input berupa data yang dimasukkan ke dalam sistem komputer, sedangkan maintance input berupa program yang digunakan untuk mengolah data yang dimasukkan.
2.      Pemrosesan
Komponen komputer yang bekerja untuk mengolah data yang masuk ke dalam computer.
3.      Penyimpanan
Komponen komputer yang berfungsi untuk menyimpan data baik secara sementara ataupun selamanya.
4.      Output
Perangkat keras komputer yang berfungsi untuk menampilkan keluaran sebagai hasil pengolahan data. Keluaran dapat berupa hard-copy, soft-copy, dan bisa juga berupa suara.

Komponen-komponen struktur kognisi, yaitu :
1.      Atensi
Pemrosesan informasi dari beberapa informasi yang tersedia, informasi yang didapatkan berasal dari penginderaan, ingatan, serta proses kognitif lainnya.
2.      Persepsi
Proses yang berfungsi untuk mengenali, mengatur, serta memahami sensasi yang diterima oleh panca indera yang berasal dari rangsangan lingkungan.
3.      Ingatan
Menyimpan suatu informasi, mempertahankan, dan memanggil kembali informasi pada saat manusia mempertahankan dan menggambarkan pengalaman  masa lalunya.
4.      Bahasa
Bahasa digunakan untuk membantu manusia untuk berkomunikasi dan menggunakan simbol untuk berpikir hal yang abstrak.
5.      pemecahan masalah
usaha manusia untuk mengatasi hambatan yang menghalangi seseorang untuk menyelesaikan suatu masalah.
3.   Hubungan antara Arsitektur Komputer dan Kognisi Manusia
Hubungan arsitektur komputer dengan struktur kognisi manusia yaitu adanya kesamaan proses mulai dari input hingga output pada sistem kognisi manusia dengan komputer. Dalam struktur kognisi terdapat hubungan antara proses mental yang terjadi dalam memecahkan masalah yang dilakukan berdasarkan landasan dari pengetahuan sebelumnya serta pengalaman. Dan arsitektur komputer adalah konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer di mana hal tersebut dilakukan oleh seorang programer.
4.      Kelebihan dan kekurangan asitektur komputer serta struktur kognisi manusia
a.       Kelebihan arsitektur komputer
- penyimpanan pada komputer bertahan lebih lama karena data yang disimpan tidak akan - mengalami perubahan.komputer dapat melakukan pemanggilan informasi yang terdahulu secara baik.
- Dapat membuka aplikasi secara sekaligus.
Kekurangan :
-penyimpanan data atau informasi terbatas.
-membutuhkan daya listrik yang besar.
-memiliki ukuran yang besar sehingga membutuhkan ruangan yang besar.
b. Kelebihan struktur kognisi manusia :
- lebih sistematis  (memiliki arah dan tujuan yang jelas).
Kekurangan :
-membutuhkan jangka waktu yang lama.
-mengoptimalkan kerja otak secara maksimal.

Referensi :
Basuki, Heru. (2008). Psikologi umum. Jakarta : Universitas Gunadarma.